Sahib Soroti Tumpukan Limbah SBE PT EUP: Perusahaan Harus Siapkan Pengolahan Lanjutan
BONTANG – Tumpukan limbah Spent Bleaching Earth (SBE) dari aktivitas produksi PT Energi Unggul Persada (EUP) menjadi perhatian Pansus RTRW DPRD Bontang.
Material yang masih mengandung sisa minyak itu disebut terus bertambah karena pengangkutannya bergantung pada pembeli dari luar provinsi.
Ketua Pansus RTRW DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan SBE dihasilkan setiap hari dalam proses pengolahan minyak sawit.
Katanya, sebelum melalui pengolahan lanjutan, material itu termasuk kategori limbah B3.
“Ini menjadi persoalan. Pembelinya hanya di luar provinsi, sehingga membutuhkan waktu untuk mobilisasi dan tidak banyak yang diangkut dalam satu kali muat,” kata Sahib saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat Pansus RTRW, Senin 5 Oktober 2026.
Informasinya, EUP berencana membangun perusahaan atau fasilitas baru untuk mengolah SBE tersebut.
Rencana itu disebut sedang memasuki tahapan kajian dengan melibatkan konsultan, sebelum berlanjut ke proses penawaran proyek.
Sahib juga menyebut rencana pengolahan SBE menjadi bagian dari pengembangan industri turunan EUP.
Dari sejumlah produk turunan yang direncanakan, pengolahan SBE menjadi salah satu rencana pengembangan berikutnya.
Ia menjelaskan, SBE merupakan material yang digunakan dalam proses pemurnian minyak sawit untuk menyerap pengotor. Material tersebut masih berpotensi mengandung minyak sehingga perlu teknologi khusus untuk memisahkan sisa minyak dari material padatnya.
Kata Sahib, jika pengolahan tersebut berhasil terealisasi, material padat hasil proses itu berpotensi dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, misalnya untuk urukan atau timbunan, sepanjang memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan.
“Kalau sudah ada teknologi untuk mengeluarkan minyaknya dan memisahkan tanahnya, material itu bisa dimanfaatkan masyarakat setempat, misalnya untuk tanah uruk atau timbunan,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan