TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Retribusi Wisata Bontang Kuala Akan Difokuskan untuk Peningkatan Fasilitas dan Kenyamanan Pengunjung

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi. (dok: tekape)

Bontang – Pemerintah Kota Bontang memastikan pendapatan yang diperoleh dari retribusi wisata di kawasan Bontang Kuala akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengembangan destinasi tersebut.

Dana yang terkumpul direncanakan digunakan untuk perbaikan fasilitas, pemeliharaan kawasan, hingga peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan bahwa penerapan retribusi bukan hanya bertujuan menambah pemasukan daerah. Lebih dari itu, retribusi menjadi bentuk kontribusi pengunjung yang nantinya akan dikembalikan dalam bentuk fasilitas dan pelayanan yang lebih baik.

“Retribusi itu adalah jasa yang nantinya kami kembalikan melalui perbaikan sarana dan prasarana maupun pemeliharaan fasilitas yang ada,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Eko, beberapa kebutuhan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah meliputi penambahan lampu hias, penyediaan tempat duduk bagi pengunjung, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat meningkatkan estetika dan kenyamanan kawasan wisata pesisir tersebut.

Upaya pengembangan fasilitas itu juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala menilai peningkatan sarana dan prasarana harus menjadi bagian penting dari pengelolaan kawasan wisata agar mampu memenuhi standar destinasi yang nyaman dan menarik bagi wisatawan.

Koordinator Seni dan Budaya Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, Halimah, berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan, tetapi juga kualitas fasilitas yang tersedia di lokasi wisata.

“Kami berharap sapras di sana juga memenuhi standar pariwisata,” katanya.

Selain fasilitas pendukung wisata, persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian. Halimah menilai peningkatan jumlah wisatawan perlu diikuti dengan kesiapan pengelolaan sampah agar kebersihan kawasan tetap terjaga dan memberikan kesan positif bagi pengunjung.

“Perlunya sarana dan armada angkut sampah di Bontang Kuala,” ujarnya.

Menanggapi masukan tersebut, Eko menegaskan pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Pengembangan fasilitas akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak untuk mendukung aktivitas wisata di kawasan Bontang Kuala.

Ia menilai kenyamanan wisatawan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Karena itu, peningkatan sarana dan prasarana menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya tarik Bontang Kuala sebagai destinasi unggulan Kota Bontang.

“Semua yang kami lakukan tujuannya agar kawasan wisata ini semakin baik, semakin nyaman, dan semakin menarik untuk dikunjungi,” katanya.

Menurut Eko, keberhasilan pengelolaan destinasi wisata tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung yang datang, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang dirasakan selama berada di lokasi wisata.

Fasilitas yang memadai diyakini dapat meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus mendorong mereka untuk kembali berwisata ke Bontang Kuala.

“Kalau fasilitasnya semakin baik, wisatawan tentu akan lebih nyaman dan punya alasan untuk kembali datang,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini