TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

DPRD Bontang Dorong Solusi Cepat Pagar SMPN 8, Opsi Pagar Seng Diupayakan

Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.(dok: tekape)

BONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong adanya solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan pagar di SMP Negeri 8 Bontang Selatan. Kondisi sekolah yang belum memiliki pagar dinilai perlu segera ditangani demi meningkatkan keamanan siswa.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mengatakan pihaknya akan membawa kebutuhan tersebut dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Bontang.

Menurutnya, pembangunan pagar permanen membutuhkan proses dan dukungan anggaran. Karena itu, pemasangan pagar sementara dapat menjadi alternatif untuk mengatasi persoalan keamanan dalam waktu dekat.

“Kita cari langkah yang paling memungkinkan dulu. Kalau untuk pagar permanen belum bisa direalisasikan segera, setidaknya ada pembatas sementara yang bisa mengamankan area sekolah,” kata Heri, Senin (10/8/2026).

Heri menilai kebutuhan pagar semakin penting mengingat luas area SMPN 8 Bontang Selatan. Terlebih, salah satu sisi sekolah berbatasan dengan kawasan berhutan sehingga pengawasan terhadap aktivitas siswa menjadi lebih sulit.

Ia berharap keberadaan pembatas sementara nantinya dapat mencegah siswa keluar dari lingkungan sekolah tanpa pengawasan. Di sisi lain, fasilitas tersebut juga dapat membantu menjaga area dan aset sekolah.

Sebelumnya, Guru SMPN 8 Bontang Selatan, Rosidah, menyampaikan belum tersedianya pagar menjadi salah satu kendala sekolah. Dengan jumlah siswa lebih dari 400 orang, kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap siswa menjadi lebih menantang, terutama bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kalau ada pembatas, guru tentu lebih mudah mengawasi anak-anak karena ruang geraknya tidak terlalu bebas sampai keluar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Selain persoalan keamanan siswa, ketiadaan pagar juga berdampak terhadap kegiatan pembelajaran dan pemanfaatan fasilitas sekolah. Tanaman yang ditanam siswa sebagai bagian dari pembelajaran bercocok tanam disebut kerap hilang.

Rosidah juga menyebut area sekolah terkadang dimanfaatkan warga dari luar untuk beraktivitas pada sore hari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu pemanfaatan lingkungan sekolah dan berpotensi menimbulkan persoalan keamanan.

“Harapannya, dengan berkoordinasi dengan TAPD dapat menghasilkan solusi yang dapat segera diterapkan, sembari menunggu kemungkinan pengadaan pagar permanen untuk SMPN 8 Bontang Selatan,” ucapnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini