Libatkan Swasta, Pemkot Bontang Siapkan Kontes Pengelolaan Wisata Pulau Beras Basah
Bontang – Pemerintah Kota Bontang berencana menggandeng pihak swasta dalam pengelolaan kawasan wisata Pulau Beras Basah. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola destinasi yang selama ini dinilai belum optimal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan bahwa langkah awal yang akan ditempuh adalah membuka kontes terbuka bagi investor atau pihak swasta yang berminat. Dalam proses tersebut, peserta diminta menyampaikan konsep serta desain pengelolaan kawasan sebagai bahan penilaian.
“Ikut kontes dulu. Mereka harus menawarkan konsep. Sayang kalau dibiarkan begitu saja, padahal Beras Basah paling banyak dikunjungi saat musim liburan,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Neni, potensi wisata Pulau Beras Basah sangat besar, namun hingga kini penataannya belum maksimal. Hal ini membuat kawasan tersebut belum mampu tampil sebagai destinasi yang tertata rapi dan memiliki daya tarik visual yang kuat.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan di lapangan, salah satunya keberadaan tenda-tenda yang dinilai mengganggu estetika kawasan wisata.
Meski membuka peluang bagi swasta, pemerintah menegaskan bahwa keberadaan masyarakat lokal tetap menjadi perhatian utama. Pengelola nantinya diwajibkan melibatkan warga sekitar serta memberikan pembinaan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selaras dengan penataan kawasan.
“Kita ingin mereka yang mencari nafkah di sana tetap diberdayakan dan dibina,” katanya.
Lebih lanjut, Pemkot Bontang ingin menjadikan pengembangan Pulau Beras Basah sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Selama ini dikenal sebagai kota industri, Bontang diharapkan juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata.
“Kami ingin Bontang bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota pariwisata,” tambahnya.
Tingginya minat wisatawan menjadi salah satu alasan pembenahan ini dilakukan. Selama lima hari libur Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah pengunjung Pulau Beras Basah hampir mencapai 5.000 orang, dengan kunjungan harian yang bisa menembus sekitar 1.000 orang.
Namun, tingginya jumlah wisatawan tersebut juga diiringi dengan sejumlah persoalan, terutama terkait kebersihan lingkungan. Keluhan mengenai sampah dan kondisi laut yang kotor sempat mencuat selama masa liburan.
Karena itu, pemerintah berharap melalui pengelolaan yang lebih profesional, Pulau Beras Basah dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih bersih, tertata, dan menarik bagi wisatawan.(Adv)

Tinggalkan Balasan