oleh

Film Dayak Segera Diproduksi, Akmal Malik Beri Pesan Buat yang Bagus, Komunikasikan ke Berbagai Pihak

TEKAPEKALTIM — Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik secara khusus menerima audiensi Tim Produksi film “Dayak” di Ruang Tamu VVIP Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Komplek Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (27/11) malam.

Tim Produksi film “Dayak” dipimpin Ketua Thoeseng TT Asang. Ia menyampaikan presentasi singkat terkait rencana pembuatan Film “Dayak” yang bakal mengangkat sejarah dan kehidupan suku Dayak di Pulau Borneo.

Akmal Malik menyambut baik dan mengapresiasi rencana pembuatan film “Dayak” yang menurut tim produksi telah melakukan survei dan penelitian dari berbagai literasi selama lima bulan terakhir.

“Dokumentasi audio visual film Dayak itu sangat baik. Menambah literasi. Apalagi Pulau Borneo ini eksotis, yang perlu digali kekayaan adat istiadat dan budayanya, sekaligus memperkenalkan kepada dunia melalui film ini,” ucap Akmal Malik.

Dia menegaskan dukungannya atas rencana pembuatan film “Dayak”. Alasannya, film ini merupakan inisiasi dan ide yang sangat bagus dengan mencoba mengungkap fakta sejarah melalui sinematografi.

Apalagi, kata Akmal, di dalamnya ada unsur sejarah, sekaligus sebagai momentum untuk memperkenalkan Ibu Kota Nusantara (IKN) kepada dunia internasional.

Selain itu, Akmal menambahkan bahwa dirinya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kalteng, Kalbar, Kalsel dan Kaltara untuk memberikan dukungan pembuatan film “Dayak” ini.

“Film mengenai Kalimantan sangat kurang hingga saat ini, khususnya tentang adat istiadat dan budaya Kalimantan. Kita sangat mendukung. Saya berharap dan mendorong film ini murni berorientasi komersial, yang juga kita berharap dapat dari sosialnya juga,” urai Akmal.

“Jadi jangan tanggung-tanggung, bikin yang booming. Bikin yang bagus. Kuncinya serahkan kepada orang-orang profesional,” tegasnya sembari menyebut nama-nama aktor nasional seperti Joe Taslim, Iko Uwais dan Yayan Ruhian sebagai rekomendasi pemeran dalam film “Dayak” nantinya.

Dirinya tak lupa menyarankan agar menciptakan kesepakatan dari semua pihak “Khususnya dari unsur suku Dayak agar tidak ada kontroversi.” (agu/adv/diskominfokaltim)

Komentar