TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Pemkot Bontang Siapkan Tihi-Tihi Jadi Destinasi Wisata Bahari Berbasis Masyarakat

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) memaksimalkan penggunaan kamera pengawas (CCTV) di kawasan wisata Pulau Beras Basah.(dok:tekape)

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mempersiapkan pengembangan Kampung Tihi-Tihi di Kelurahan Bontang Lestari sebagai kawasan wisata bahari yang mengedepankan potensi lokal masyarakat pesisir.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut kawasan tersebut memiliki daya tarik yang beragam, mulai dari kampung terapung, wisata kuliner laut, hingga aktivitas penyelaman yang berpotensi menarik wisatawan.

“Di sana nanti bisa menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Ada kampung terapung, kuliner laut, sampai aktivitas diving,” ujar Neni saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin, 30 Maret 2026.

Menurutnya, Tihi-Tihi tidak hanya dikenal sebagai permukiman nelayan, tetapi juga sebagai pusat budidaya rumput laut dan teripang yang dikelola masyarakat setempat.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan wisata berbasis komunitas.

Selain itu, kawasan ini juga memiliki akses ke sejumlah titik penyelaman di perairan sekitar Bontang yang dinilai cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata bahari.

Lokasinya yang relatif dekat dengan Pulau Selangan juga membuka peluang konektivitas dengan destinasi wisata pesisir lainnya di wilayah Bontang.

Neni menegaskan bahwa konsep pengembangan yang diusung adalah wisata berbasis masyarakat, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati panorama laut, tetapi juga dapat merasakan langsung kehidupan warga pesisir.

“Konsepnya memang wisata berbasis masyarakat. Jadi wisatawan bisa merasakan langsung suasana kampung nelayan di pesisir,” jelasnya.

Pemkot Bontang menargetkan kawasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk merealisasikan rencana itu, pemerintah kota mengusulkan anggaran sekitar Rp54 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Proyek pengembangan ini direncanakan mulai berjalan pada tahun depan.

Neni mengakui, kebutuhan anggaran tersebut cukup besar jika hanya mengandalkan APBD kota, sehingga dukungan dari pemerintah provinsi sangat diharapkan.

“Kalau menggunakan APBD kota tentu cukup berat. Karena itu kita berharap ada dukungan dari provinsi,” katanya.

Selain itu, peluang kerja sama dengan pihak swasta juga terbuka guna mempercepat pembangunan kawasan wisata tersebut.

“Bisa saja nanti berkolaborasi dengan pihak swasta. Tetapi tentu harus melalui proses dan mekanisme yang ada di masing-masing perusahaan,” tambahnya.

Jika rencana ini terealisasi, pengembangan Kampung Tihi-Tihi diyakini tidak hanya menambah destinasi wisata baru, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata, kuliner, serta berbagai aktivitas wisata bahari.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini