Bonnie Sukardi Tekankan PT EUP dan GPK Siapkan Kawasan Permukiman
BONTANG – DPRD Bontang meminta PT Energi Unggul Persada (EUP) dan PT Graha Power Kaltim (GPK) tidak hanya memikirkan pengembangan kawasan industri, tetapi juga menyiapkan rencana permukiman bagi pekerja dan keluarganya.
Anggota Pansus RTRW DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, mengatakan kebutuhan hunian perlu masuk dalam perencanaan perusahaan. Terlebih, sebagai daerah industri, aktivitas investasi diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja di Bontang.
“Sebagai daerah industri tentu kita berharap terjadi penerimaan karyawan yang semakin meningkat untuk ekonomi Kota Bontang. Tetapi tentu diharapkan perusahaan-perusahaan itu menyiapkan juga fasilitas permukiman yang mereka bangun untuk karyawan dan keluarganya,” kata Bonnie, ditemui Senin 5 Oktober 2026.
Menurutnya, hal tersebut penting disinkronkan dalam Raperda RTRW Bontang. DPRD ingin mengetahui sejak awal lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan permukiman pekerja, termasuk fasilitas pendukung lainnya.
“Kita perlu tahu di RTRW di mana mereka mau menempatkan permukimannya ke depan, di mana mereka mau menempatkan fasilitas-fasilitas yang lainnya. Karena itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” ujarnya.
Bonnie menilai perencanaan ini harus melihat kebutuhan jangka panjang, bukan hanya lima tahun ke depan.
Ia menyebut RTRW harus mampu menjadi pedoman pembangunan Kota Bontang dalam rentang lima, 10 hingga 20 tahun ke depan.
Bonnie mengungkapkan, dalam pembahasan bersama perusahaan, pihak EUP dan GPK saat ini masih lebih fokus pada pengembangan industri dan belum banyak membahas pembangunan permukiman pekerja.
“Jadi masih membebani daerah kota atau daerah lain untuk permukiman karyawan. Harapan kami jangan jauh-jauh juga,” katanya.
Menurut Bonnie, jika pekerja tinggal di kawasan sekitar industri, beban mobilitas menuju Bontang Lestari juga dapat ditekan. Terlebih, akses jalan menuju kawasan tersebut masih sangat terbatas.
“Kalau mereka bisa membangun di daerah Bontang Lestari tentu kita lebih senang karena beban jalan juga menjadi lebih kurang,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan