TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Penerangan Jalan Bontang Lestari Belum Optimal, Bonnie: Bagaimana Industri Mau Masuk Kalau Jalan Gelap?

Bonnie Sukardi (dok:tekape)

BONTANG – Penerangan jalan di kawasan Bontang Lestari kembali menjadi sorotan DPRD Bontang.

Kondisi sejumlah lampu jalan yang belum optimal dinilai dapat mengganggu keselamatan warga sekaligus kenyamanan aktivitas di kawasan yang terus berkembang.

Anggota Pansus RTRW DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, mempertanyakan kondisi tersebut dalam pembahasan bersama PT Graha Power Kaltim (GPK).

Menurut Bonnie, persoalan penerangan jalan menjadi semakin penting karena Bontang Lestari kini semakin ramai dan menjadi salah satu jalur alternatif.

Kawasan itu juga diproyeksikan berkembang seiring masuknya aktivitas industri dan rencana konektivitas jalan ke depan.

“Kalau dilihat dari suplai listrik, pengakuan dari PT GPK produksi listrik kita surplus, tidak ada masalah. Jadi apa masalah PLN sehingga tidak mampu menerangi jalan Bontang Lestari?” kata Bonnie, ditemui usai rapat Pansus RTRW, Senin 5 Oktober 2026.

Ia menilai kondisi jalan yang gelap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi warga yang melintas pada malam hari.

“Bagaimana industri mau masuk kalau jalannya gelap begitu? Jadi kecelakaan, keselamatan terutama untuk warga-warga yang berkemungkinan di daerah itu,” kata Bonnie.

Bonnie mengatakan Komisi C DPRD Bontang akan mengagendakan pemanggilan pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai persoalan tersebut. DPRD juga ingin memastikan berbagai persoalan di lapangan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi mendapat tindak lanjut.

Sementara terkait kembali terjadinya pemadaman listrik, Bonnie menyebut Komisi B sebelumnya telah memanggil PLN dan mendapatkan penjelasan mengenai penyebab gangguan.

Namun, jika pemadaman kembali berulang, DPRD akan kembali meminta PLN memberikan penjelasan.

“Kalau masih terulang berarti ada masalah yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini