Joni Dorong PT Badak Segera Beri Keputusan soal HOP VII
BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Joni, mendorong persoalan lahan HOP VII segera menghasilkan keputusan konkret. Ia tak ingin pembahasan yang telah berlangsung berulang kali kembali berujung pada rapat tanpa ada langkah penyelesaian.
Hal itu disampaikan Joni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B dan C DPRD Bontang bersama PT Badak LNG dan Yayasan Badak LNG, Selasa (6/10/2026).
Menurut Joni, agenda RDP kali ini sudah jelas, yakni menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan terkait lahan HOP VII.
Karena itu, pembahasan dinilai tidak perlu kembali melebar pada persoalan historis lahan. DPRD ingin mengetahui langkah konkret yang akan dilakukan para pihak menindaklanjuti surat tersebut.
“Saya juga merasa sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Nursalam. Agenda kita hari ini kan dalam rangka menindaklanjuti surat dari DJKN,” ujar Joni.
Ia mengatakan, sejarah lahan tetap penting untuk menyamakan dokumen dan pemahaman. Namun, menurutnya, pembahasan kali ini harus diarahkan pada langkah penyelesaian.
“Di awal tadi saya sudah menyampaikan bahwa kita tidak berhenti pada pembahasan secara historis kali ini. Tapi apa yang akan kita lakukan, langkah penyelesaian terhadap rekomendasi surat ini,” katanya.
Joni juga menyinggung kehadiran PT Badak LNG yang diwakili pihak perusahaan dalam RDP tersebut. Menurutnya, perwakilan yang hadir tentu telah mendapat mandat dari manajemen untuk mengikuti pembahasan.
“Kalau saya begini, artinya surat resmi kita ini sudah kita kirimkan ke PT Badak lalu kemudian mengirim perwakilannya pada saat ini, maka saya rasa apa pun yang menjadi keputusan kita pada hari ini tentunya itu atas seizin dari perwakilan PT Badak sendiri,” jelasnya.
Ia berharap hasil RDP tidak berhenti sebagai bahan laporan internal perusahaan. Hasil pembahasan, kata dia, perlu segera dibawa kepada jajaran pimpinan PT Badak LNG untuk menentukan sikap.
“Entah itu diwakilkan atau dihadiri langsung oleh petingginya, tentunya Pak Luhur dikirim atas rekomendasi dari CEO, direkturnya,” ujarnya.
Joni menilai persoalan HOP VII saat ini sudah mulai menemukan titik terang. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi rangkaian rapat yang justru membuat penyelesaian kembali berlarut.
“Kita berharap bahwa kemudian kita tidak terlalu banyak lagi rapat-rapat setelah ini. Kita berharap bahwa bisa ada keputusan. Dan saya lihat bahwa titik terangnya juga sudah mulai jelas sebenarnya,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh pihak tetap fokus pada rekomendasi dalam surat DJKN dan tidak kembali memperlebar pembahasan ke persoalan lain.
“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Pak Haji Salam bahwa kita fokus kepada rekomendasi atas surat DJKN ini. Kita tidak melebar lagi ke hal-hal yang lain,” pungkas Joni. (Adv)

Tinggalkan Balasan