Pendapatan Bontang 2027 Diproyeksikan Turun, Pemkot Tetap Prioritaskan Layanan Dasar dan Penguatan Ekonomi
Bontang – Pemerintah Kota Bontang bersama DPRD menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.
Kesepakatan tersebut menjadi pijakan awal penyusunan Rancangan APBD 2027 di tengah proyeksi penurunan kapasitas fiskal daerah.
Dalam dokumen yang disepakati pada rapat paripurna DPRD Kota Bontang, Selasa (4/8/2026), pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp1,953 triliun. Nilai itu menurun sekitar 31,39 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada 2025.
Meski menghadapi penurunan pendapatan, Pemerintah Kota Bontang tetap merancang belanja daerah sebesar Rp2,003 triliun. Anggaran tersebut difokuskan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, arah pembangunan daerah pada 2027 akan berpedoman pada tema penguatan kualitas sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung investasi.
“Belanja daerah diarahkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, percepatan penurunan stunting, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan UMKM serta pengembangan sektor pariwisata,” katanya.
Berdasarkan struktur anggaran yang telah disusun, sekitar 77,61 persen dari total belanja daerah dialokasikan untuk belanja operasi. Sementara itu, 22,09 persen diperuntukkan bagi belanja modal dan sisanya sebesar 0,30 persen dialokasikan sebagai belanja tidak terduga.
Pemerintah juga memastikan sejumlah sektor strategis tetap menjadi prioritas meskipun ruang fiskal diperkirakan lebih terbatas.
Pendanaan akan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, percepatan penanganan stunting, pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor pariwisata.
Selain itu, berbagai program unggulan daerah tetap dipertahankan dalam APBD 2027. Program Bontang Pintar, Bontang Sehat, dan Menata Bontang masih menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing daerah, sekaligus mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.(Adv)

Tinggalkan Balasan